KOMENTAR PARA JURI

Dr. Ir. Basauli Umar Lubis, MSA. IAI.

Secara umum dari entry yang masuk sangatlah beragam pendekatannya, ada yang lebih menekankan kepada kebaruannya, innovasi, kesesuaian terhadap tapak dsb.  Saya sangat puas dengan pemasukan pada sayembara ini.

Kebanyakan dari peserta  kurang memberikan perhatian pada site planning.  Padahal salah satu yang akan menjadi ciri mesjid ini adalah bahwa bangunan ini merupakan bagian dari kampus ITB Jatinangor. Sebagai mesjid yang berada di kampus maka ada kegiatan dan sifat yang berbeda dengan mesjid jami pada umumnya.  Pertama, mesjid ini memiliki dua akses utama, tidak memiliki bagian ‘belakang’ , akses haruslah cukup baik , baik dari arah pusat kegiatan kampus maupun dari arah masyarakat sekitar. Karena itu seleksi awal pada sayembara ini dilakukan dengan mempertimbangkan perletakan bangunan yang tepat dari tinjauan aksesibilitas.  Kedua, adalah pertimbangan ekspansibilitas masjid pada saat dibutuhkan, semisal pada hari Jumat. Haruslah disediakan ruang yang cukup untuk keperluan ini. Ketiga, terkait butir dua, masjid ini terletak pada sudut yang sangat penting maka halaman depan masjid haruslah dapat menjadi ruang publik yang menarik.  Mesjid dalam kehidupan kampus merupakan tempat belajar dan berinteraksi,  baik dalam bidang akademis maupun keagamaan. Keempat, masih terkait butir dua, ruang-ruang yang tercipta haruslah memudahkan orang untuk berorientasi ke arah kiblat. Hardscape  berupa pola paving ataupun dinding pembatas , serta olahan softscape berupa tanaman sedapat mungkin membantu mengarahkan orientasi untuk pembentukan shaf di luar bangunan. Kelima, bentukan massa sesuai dengan kegiatan utama untuk shalat sehingga bentuknya dipilih yang relatif berbentuk bujur sangkar, sehingga pemanfaatan ruangnya menjadi effisien. Keenam, bentuk arsitektur dipilih adalah yang tidak berlebihan. Ornamen yang dipilih adalah ornamen yang berbentuk alamiah ataupun yang berangkat dari geometri Islam.  Ruang dalam masjid haruslah memiliki batas dinding yang jelas.  Ketujuh, dalam kaitan penggunaan material  dan detail arsitektur dipilih yang perawatannya relatif sederhana.

Pemenang pertama terutama sangat kuat dari hal kebenaran merespons tapak dengan memilih bentuk massa, penempatan massa bangunan serta aksessibilitas yang tepat. Wajah arsitektur  tidaklah berlebihan namun masih tersirat unsur kebaruan.  Penyelesaian ruang luar juga memungkinkan ekspansi  kegiatan.  Pemenang pertama ini memenuhi semua kriteria desain yang baik. Pemenang kedua , ketiga dan penghargaan masing masing memiliki kelebihan tetapi secara menyeluruh pertimbangannya tidaklah lengkap hanya baik pada  beberapa butir butir tertentu saja.

 

 

Ir. Achmat Noe’man, IAI.

Saya memberikan apresiasi serta penghargaan atas karya para peserta sayembara terutama yang telah masuk nominasi karya terpilih. Berikut ini adalah komentar saya atas karya dari peserta sayembara ini.

Masjid adalah sebuah center of activities, karena itu rancangan bangunan masjid  haruslah  mencerminkan keberadaannya, artinya rancangan sebuah bangunan masjid tidak saja mengejar  bentuk semata, akan tetapi harus memperhatikan bagaimana “Ruh Masjid” nya  itu sendiri tercermin. Para peserta sayembara ini sangat kreatif dalam mencari bentuk masjid sehingga menghasilkan berbagai bentuk yang sangat beragam. Namun setelah  diperhatikan, ternyata pencarian bentuk ini menjadi sesuatu yang diutamakan atau lebih dikedepankan  dibandingkan dengan aspek fungsi masjid itu sendiri.

Menurut pendapat saya, masjid secara fungsi syar’i,  harus bisa membantu menjadi pemandu dan/atau media untuk mengindentifikasi. Salah satunya adalah kemudahan untuk menjadi petunjuk arah kiblat bagi umat di dalam dan di luar lingkungan sekitar masjid. Sehingga dengan melihat bangunan masjid dan bangunan penunjangnya, jamaah seharusnya sudah dapat memastikan arah kiblat yang tepat. Jangan sampai merancang masjid sedemikian sehingga membuat para jamaah di sekitar masjid tersebut menghadap kiblat yang salah. Salah satu cara untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan membuat semua dinding bangunan sesuai dengan grid kiblat. Pedoman bahwa dinding  mengarah ke kiblat ini harus diberlakukan di setiap area dalam kompleks masjid.  Tidaklah cukup hanya mengandalkan pada garis shaf. Seperti diketahui, secara psikologis jamaah sholat Jumat sering mencari tempat yang teduh, yang kadang di area teduh itu  arah kiblatnya tidak jelas. Meskipun  ada bantuan garis shaf di lantai, namun seringkali jamaah cenderung mengunakan  ruang dan dinding sebagai orientasinya, yang bisa mengakibatkan jamaah menghadap kiblat yang kurang tepat.

Hal lain yang mesti diperhatikan dalam perancangan masjid adalah pencahayaan. Sinar matahari harus dimanfaatkan secara optimal dan tepat sehingga masjid mendapat penerangan alami yang cukup, jamaah pun tidak silau ketika sholat zhuhur atau ashar yang dapat diakibatkan oleh adanya bukaan yang tidak seharusnya ada di dinding bagian barat masjid.   Di samping itu,  ventilasi juga harus diperhatikan. Masjid sebaiknya mendapatkan penghawaan yang cukup sehingga ruangan masjid terasa sejuk, tidak pengap ataupun panas.

Hal lain lagi yang juga perlu mendapat perhatian serta pertimbangan adalah pengolahan lanskap. Rancangan masjid harus memungkinkan terjadinya perluasan tempat sholat. Lanskap perlu diolah sehingga dapat digunakan untuk rencana perluasan ruangan tempat sholat atau digunakan sebagai plaza sholat. Hal ini penting mengingat daya tampung masjid yang terbatas terutama pada saat-saat tertentu (misal; sholat jumat).


Ir. Slamet Wirasonjaya, MLA, IAI.

Masjid ini akan berada di kawasan kampus ITB. Kampus ITB sangat terkait dengan gagasan tentang  teknologi. Salah satu tujuan teknologi adalah  efisiensi dan efektivitas. Banyak rancangan peserta sayembara ini yang akrobatik, mengada-ada dalam membuat bentuk. Ketika orang menterjemahkan teknologi dalam rancangan, orang berpikir acrobatic structure, bukan efektivitas dan efisiensi.

Dari awal, bangunan masjid sangat sederhana namun ada prosesi dari luar menuju ke dalam. Seperti yang dicontohkan Rasul ”Mesjid adalah urusan duniamu”. Sesuatu yang sederhana tidak perlu harus dipersulit.

Masjid ini adalah masjid jami, karena itu perancangannya harus mempertimbangkan di saat masjid dipadati oleh jamaah.

Saya rasa belum ada rancangan peserta sayembara ini yang bisa terlihat ada rohul masjidnya.

Dari segi siteplan para pemenang telah berhasil merespon lahan sehingga mernghasilkan rancangan masjid sebagai suatu corner building dan membuat halaman depan masjid menjadi sebuah public square sekaligus sebagai ke entrance square ke kampus.  Peletakan menara cukup strategis jika dilihat dari jarak jauh.  Rancangan bangunan mereka cukup efektip dan efisien, melepaskan diri dari citra lama bentuk mesjid.

 


 

Ir. Robby Dwikojuliardi, MSA, IAI

Berawal dari memahami masjid sebagai wadah kita berkomunikasi secara vertikal dengan sang pencipta dan secara horisontal dengan sesama manusia. Maka hasil secara keseluruhan perancangan yang ada dari peserta idenya sangat ekspresif dan berani. Bahkan terkadang berlebihan.

Ada tiga kriteria untuk memilih karya peserta dalam memudahkan saya menjaring hasil rancangan yang berjumlah cukup banyak. Pertama adalah judul yang dipakai sebagai ekspresi ide rancangan arsitektur, kedua ekspresi arsitektural (visualisasi fasad dan bangun/volume) dan ketiga, kemudahan konstruksi untuk dibangun.

Dari kondisi tersebut saya menemukan hanya ada 4 nominator yang sesuai dengan kriteria saya. Dan saya yakin ketika masuk ke detail (fungsi dan reka-enjiniring) pasti akan ada yang tidak sesuai dengan kaidah (syariah dan konstruksi).

Namun terlepas dari kekurangan yang ada pasti akan ada proses penyempurnaan untuk mengantisipasinya. Tetap, ini adalah wadah sebagai kebutuhan yang harus kita akomodasi dalam masterplan sehingga harus ada juaranya.

Secara keseluruhan saya menilai karya-karya ini sangat mewakili zamannya. Eksplorasi besar-besaran terhadap desain memunculkan fenomena lain mengingat ini adalah fungsi peribadatan.

Namun ada aspek yang terkesampingkan dalam hal antisipasi terhadap akibat iklim. Tentu saja tidak hanya sekedar tanggap terhadap temperatur panas dan dingin, tapi juga aspek pemeliharaan. Banyak karya lupa mempertimbangkan hal tsb.

Tiga karya terbaik secara berurutan memiliki kekuatan tersendiri dalam mengekspresikan judul, ekspresi serta kelaikan konstruksi. Terlepas dari pemahaman kaidah, reka-enjiniring serta biaya masih diabaikan oleh peserta.

Masjid akan menjadi ruang media berkomunikasi kepada Sang Pencipta serta kepada sesama manusia, khususnya civitas akademik. Seandainya area lansekap pemenang kedua memiliki pola sejajar dengan bangun utama masjidnya tentu akan lain cerita. Demikian pula bila seandainya pemenang ke tiga mempertimbangkan biaya konstruksi maka akan terjadi suatu keajaiban.

Judul sebagai spirit karya, visualisasi sebagai ekspresi dimensi arsitektural, serta kelaikan konstruksi, akan menjadi pertimbangan utama dalam penilaian. Dan nyaris lebih dari separuh dari karya peserta sayembara ini mengabaikan hal-hal tersebut.


 

Dr. Ing. Soeparno Satira, DEA

Dalam memilih rancangan masjid ini saya memperhatikan konsep lahan yang terletak di sudut jalan provinsi. Rancangan bangunan masjid harus bersifat terbuka, sehingga masyarakat umum dari luar kampus terundang untuk masuk dan senang berada di lingkungan masjid ini untuk beribadah di dalamnya . Namun demikian, karena lokasi masjid ini terletak di sisi sebuah jalan provinsi yang ramai, harus juga dipertimbangkan adanya pintu masuk ke dalam kawasan masjid yang tidak mengganggu lalu lintas. Selain itu pintu masuk juga tidak mengundang Pedagang Kaki Lima yang akan akan mengganggu lalu lintas.

Menurut hemat saya perancangan ruang luar (plaza) perlu memperhatikan kemungkinan ruang luar tersebut untuk dapat digunakan guna menunjang fungsi masjid seperti misalnya jema’ah yang melimpah pada saat sholat Jumat dan untuk sholat Ied.

Rancangan bangunan peserta no 101 mempunyai ciri khas dengan taman Ganesha di dalam kampus ITB Jatinangor.

Ada rancangan peserta yang menggunakan teknologi seperti penampungan air hujan dan mungkin juga photopholtaic, namun rancangan ini perlu mempertimbangkan kemudahan para pengguna mencapai masjid dan memperhatikan kelembaban yang akan terjadi di dalam ruangan masjid.

Pameran Hasil Sayembara Desain Masjid Kampus ITB

Panita Sayembara Desain Masjid Kampus ITB Jatinangor mengumumkan bahwa semua rancangan hasil Sayembara Desain tersebut akan dipamerkan pada;
hari/tanggal : Senin,- Sabtu / 3 s/d 8 Desember
Pukul           : 9-17 WIB
Tempat        : Galeri Arsitektur Institut Teknologi Bandung,
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132.
Pameran ini terselenggara berkat kerja sama antara Panitia Sayembara dengan ITB Jatinagor serta Program Studi Arsitektur ITB.

Hormat Kami,

Panitia Sayembara

PENGUMUMAM HASIL SAYEMBARA MASJID ITB JATINANGOR

PENGUMUMAM HASIL SAYEMBARA MASJID ITB JATINANGOR

Berdasarkan keputusan Juri Sayembara Desain Masjid ITB Kampus Jatinangor, yang ditandatangani pada hari Sabtu, tanggal 3 November 2012, jam 14:50 di Ruang Rapat Gedung Labtek IXB Prodi Arsitektur ITB Jalan Ganesha 10 Bandung, dengan ini Panitia Sayembara Desain Masjid ITB Jatinangor mengumumkan bahwa Pemenang Sayembara adalah sebagai berikut:

 Pemenang Pertama, nomor 209 atas nama : Fajar Ikhwan Harnomo, ST

 

 

Pemenang Kedua, nomor 101 atas nama : Gembong Reksa Kawula, ST

 

Pemenang Ketiga, nomor 241 atas nama : Achmad Ghani Hadiyan, ST.

 

Selain ketiga pemenang tersebut, dewan juri juga memberikan penghargaan berupa:

 

Harapan 1, nomor  273, atas nama : Rahadhian Prajudi Herwindo, ST, MT

Harapan 2, nomor 179, atas nama : Ir. Jimmy Reinold Purba, MT

Penghargaan khusus, nomor 241, atas nama : Achmad Ghani Hadiyan, ST.

Panitia Sayembara menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 96 peserta perorangan dan peserta tim yang telah berpartisipasi hingga menyerahkan rancangan desain untuk sayembara ini.

Seluruh karya desain peserta sayembara akan dipamerkan di Galeri Prodi Arsitektur ITB dalam waktu dekat ini.

Salam hormat dari kami,

Panitia Sayembara Desain Masjid ITB Jatinangor 2012

Tanya – Jawab Administratif dan Teknis

Pertanyaan Administratif.
Pertanyaan 1.
Apakah anggota tim harus bergelar sarja teknik arsitektur?

Jawab.
Yang disyaratkan bergelar minimal sarjana teknik arsitketur adalah ketua tim saja. Untuk angota tim tidak ada psesyaratan apapun kecuali jumlahnya
tidak boleh lebih dari lima orang?

Pertanyaan 2.
Siapakah contact person yang bisa dihubungi pada saat pengumpulan?

Jawab
Panitia Sayembara akan mengumumkan nama dan nomor kontak petugas yang akan menerima karya hasil rancangan peserta, serta lokasi untuk mencapai tempat pengumpulan hasil karya rancangan peserta, Pengumuman akan dilakukan lewat situs sayembara menjelang hari terakhir pemasukan karya.

Pertanyaan 3
Bagaimana cara mendaftar untuk mengikuti sayembara ini?

Jawab.
Silakan kirim email berisi formulir pendaftaran yang dapat diunduh dari situs sayembara masjid, bersama scan salah satu dari KTP atau SIM atau Passport, dan scan ijazah S1 dari ketua tim saja. Scan identitas dan scan
ijasah dari anggota tim tidak perlu dikirimkan.

 Pertanyaan 4
Apakah tanggal 29 Oktober 2012 merupakan tanggal terakhir pengiriman atau cap pos atau batas dokumen sampai di tangan Panitia penyelenggara?

Jawab:
Hari Senin, tanggal 29 Oktober 2012, jam 17:00 adalah hari dan jam karya dari peserta dapat kami terima. Para peserta harap memperkirakan lama waktu pengiriman atau penghantaran berkas dari kantor/studio peserta hingga sampai ke meja Panitya di kampus ITB. Peserta yang melebihi batas waktu
tersebut tidak akan diikut sertakan dalam proses penjurian.

Pertanyaan 5
Apakah boleh mengganti atau menambah anggota tim?

Jawab:
Peserta yang terdaftar sebagai tim boleh menambah atau mengganti nama anggota tim. Untuk mengganti nama atau mengganti komposisi anggota peserta peserta dapat menyampaikannya bersamaan dengan pemasukan atau pengiriman karya desain. Penggantian nama dan/atau komposisi anggota tim tidak dapat dilakukan setelah pemasukan atau pengiriman pada tanggal 29 Oktober 2012. Jumlah anggota tim tidak boleh lebih dari 5 orang.

Pertanyaan 6
Untuk calon peserta yang bergelar doktor, apakah boleh hanya mengirimkan ijasah doktornya saja?

Jawab:
Yang disyaratkan adalah gelar jenjang pendidikan S1, yaitu Sarjana Teknik Arsitektur atau Sarjana Arsitektur. Apabila latar belakang pendidikan S1 bukan di bidang (Teknik) Arsitektur, calon peserta dapat mendaftar dengan gelar M.Arch dari program pendidikan arsitektur profesioal atau gelar dari pendidikan yang setara.

Pertanyaan 7:
Apakah ada dispensasi jadwal pemasukan untuk peserta yang tinggal di luar Kota Bandung?

Jawab:
Untuk peserta yang beralamat di BANDUNG Raya, karya fisik dan CD/DVD hasil perancangan akan kami tunggu selambat-lambatnya Hari Senin, 29 Oktober 2012 pukul 17:00 WIB. Batas waktu ini kami tentukan untuk peserta yang mengantar karyanya langsung maupun menggunakan jasa kurir pengiriman.

Untuk peserta yang beralamat di LUAR Bandung Raya, ketentuannya adalah sebagai berikut:

   – Apabila peserta MENGANTAR langsung, karya fisik dan CD/DVD hasil
perancangan akan kami tunggu selambat-lambatnya Hari Senin, 29 Oktober 2012  pukul 17:00 WIB.
- Apabila peserta memakai jasa kurir pengiriman, file hasil perancangan
dapat dikirim lewat email dan harus telah kami terima selambat-lambatnya Hari Senin, 29 Oktober 2012 pukul 17:00 WIB. Sedangkan karya fisik berupa cetakan hasil perancangan dan bukti transfer harus telah kami terima selambat-lambatnya Hari Selasa, 30 Oktober 2012 pukul 17:00 WIB.

Perlu dicatat bahwa isi dari file yang peserta kirim ke email kami pada
Hari Senin, 29 Oktober 2012 harus sama dengan cetakan karya fisik yang
dikirim lewat jasa kurir pengiriman. Jika terdapat perbedaan, peserta tidak
dapat memproses hasil perancangan peserta.

Pertanyaan 8
apakah ada perpanjangan batas waktu pendaftaran?

Jawab:
Calon peserta masih dapat mendaftar hingga tanggal 24 Oktober 2012.
kami dari sudah mendaftar 1 tim (1 ketua tim dan 4 anggota tim)

Pertanyaan 9
apa kami masih bisa menambah 1 anggota tim lagi setelah batas pendaftaran,
mengingat anggota tim bisa maksimal 5 orang?

Jawab
Silahkan tambahkan nama anggota baru pada daftar anggota tim yang
disertakan saat pengiriman gambar dan CD/DVD.

Pertanyaan 10
Mohon nama dan kontak dari panitia untuk penerimaan dokumen

Jawab:
Panitia seksi penerimaan dokumen adalah Pak Jarwono dengan nomor kontak:
   – 022-2504962
   – 022-2530706
   – 081321382410 (hanya menerima telepon, tidak menerima dan membalas
   dengan menggunakan SMS)
Mohon gunakan nomor kontak tersebut hanya pada hari dan jam kerja.

Pertanyaan 11
Kemana kami harus mengantarkan dokumen?

Jawab:
Jika Anda mengantarkan menggunakan mobil, Anda bisa masuk kampus ITB
melalui gerbang utama Jl. Ganesha, lalu minta izin kepada satpam sebagai
tamu & menitipkan KTP.
Jika Anda mengantarkan menggunakan motor atau jalan kaki atau angkutan
lainnya, Anda bisa masuk kampus ITB melalui tempat parkir di gerbang timur
Jl. Ganesha (sebelah utara Masjid Salman).
Lokasi gedung prodi Arsitektur ITB dapat dilihat di
http://m.google.com/u/m/dUZR7U

Pertanyaan 12
Saya tdk punya akses ke ATM BNI. Saya sudah mencoba transfer melalui
ibanking BCA. Namun nama cabang  “Perguruan Tinggi Bandung”  tidak dikenali
melalui registrasi ibanking. Mohon bantuan konfirmasi nama kantor cabang yg
lebih lengkap.

Jawab:
Menurut penjelasan petugas BNI Call Center, Peserta bisa melakukan transfer
ke nomor rekening Panitia Sayembara seperti yang tertera di KAK, yaitu
0271870463. Sedangkan Kantor cabangnya bisa dipilih salah satu kantor
cabang BNI yang terdekat dengan ITB yang dikenal oleh ibanking BCA atau
bank lain. Nanti dana yang terkirim tersebut akan ditampung dulu oleh
kantor cabang BNI yang dituju, kemudian dana akan ditransfer ke rekening
Panitia di cabang Perguruan Tinggi Bandung (yang dulu bernama cabang ITB
Bandung).
Bagi peserta yang sempat bermasalah dalam mentransfer, silahkan coba
tranfer dengan cara tersebut, kemudian kirimkan bukti transfer lewat email
ke kami.

Pertanyaan Teknis
Pertanyaan 1
Apakah ada batasan dana pembangunan masjid?

Jawaban
Bangunan masjid kampus ini akan dibiayai oleh dana dari APBD atau APBN. Peserta dapat mengajukan rancangan bangunan dengan biaya hingga lima juta rupiah per meter persegi di luar bangunan menara.

Pertanyaan 2.
Apakah diperbolehkan merancang jalan tembus yang ada di bagian barat laut dari lokasi ke lahan masjid?

Jawab 2:
Peserta diminta membuat jalan tembus untuk kendaraan dan untuk pedestrian yang menghubungkan antara lahan masjid dengan jalan kampus yang terletak disebelah barat laut dari lahan masjid seperti yang terlihat dalam denah lokasi masjid.

Pertanyaan 3.
Dalam KAK bagian 4 halaman 8 disyaratkan bahwa hasil rancangan dicetak di atas kertas selain kertas HVS ataupun kalkir. Apakah peserta bebas memilih medium pencetakan selama ukurannya A3?

Jawab:
Peserta boleh memilih medium pencetakan selama ukurannya A3 dan bukan kertas yang transparan. Kertas HVS tidak diiijinkan karena hasilnya tidak bagus.

Pertanyaan 4
Dalam KAK bagian 4 halaman 9 point xii aa ketentuan bahwa gambar perspektif harus dibuat dengan pandangan mata manusia, maksimal dua sudut pandang dengan
ketinggian mata sekitar 150 meter dari muka tanah.

Jawab:
Yang dimaksud adalah dalam satu lembar maksimal ada dua gambar perspektif. Masing-masing dibuat dengan sudut pandang sekitar *150* *sentimeter* dari muka tanah.

Pertanyaan 5.
Dalam KAK bagian 4 halaman 9 point xii ditentukan bahwa gambar perspektif interior masjid dibuat dengan pandangan mata manusia, dengan ketinggian 150 dari lantai utama masjid. Apakah satuan ukuran dari angka tersebut?

Jawab:
Pandangan mata manusia yaitu sekitar 150 sentimeter dari lantai utama masjid.

Pertanyaan 6.
Apakah panitia memiliki peta Cad yang dilengkapi plot lokasi pohon pohon
existing?

Jawab:
Panitia tidak menyediakan Peta letak Existing pohon karena untuk sayembara ini pohon pohon dianggap dapat di tebang. Perlu di ketahui bahwa untuk kampus ITB Jatinangor telah direncanakan banyak area penghijauan.

Pertanyaan 7
Apakah luas bangunan utama masjid dan bangunan penunjang masing-masing seluas 750 m2 dan 600m2 merupakan ketentuan mutlak dari penyelenggara?

Jawab:
Para peserta boleh mengusulkan desain dengan menggunakan luasan yang sedikit lebih besar atau sedikit lebih kecil dari angka-angka tersebut
tersebut.

Pertanyaan 8
Apakah peserta diberikan kebebasan mendesain masjid dengan ‘gaya’ apapun atau ada ketentuan ‘gaya’ tertentu yang harus dikembangkan dari panitia?

Jawab:
Para peserta dipersilahkan untuk menginterprestasikan berbagai pemikiran
mengenai desain masjid kampus dari kelima juri yang telah ditulis di dalam
KAK sayembara ini. Penilaian dan pemilihan pemenang adalah hak prerogatif para juri, panitia tidak dapat mengintervensi mereka.

Pertanyaan 9
Mohon penjelasan tentang penetapan Garis Sempadan (GSB?) sebagaimana tercantum pada peta lahan. Bangunan penunjang apakah boleh melewati garis ini (walkway/koridor masjid/gerbang/menara?)

Jawab:
Bangunan permanen yang boleh dibangun di depan garis sempadan bangunan adalah:
- gerbang
- bangunan gardu kemanan dengan luas tidak lebih dari 5 meter persegi
dan ketinggian tidak lebih dari 3,5 meter
- overstek yang proyeksinya ke tanah tidak lebih dari 2 meter dari garis
sempadan bangunan dan ketinggiannya tidak kurang dari 5 meter dari
permukaan tanah setempat
- bangunan lainnya yang ketinggiannya tidak lebih dari 1,2 meter dari
permukaan tanah setempat

Pertanyaan 10
Bagaimana kebijakan pengelolaan terhadap aktivitas pasar Jumat yang selalu ada pada hampir semua masjid di Kota Bandung? Apakah pengelola Masjid Kampus ITB Jatinangor akan mempertimbangkan adanya aktivitas tersebut?

Jawab:
Para peserta sayembara diberi kesempatan untuk mempertimbangkan fenomena pasar Jumat dalam gagasan rancangan masjid yang diusulkan sejauh tidak menggangu fungsi utama masjid dan tidak membebani pengelola masjid Kampus ITB Jatinangor.

Pertanyaan 11
Apakah ada ketentuan KDB , KLB, dan KDH yg harus dipertimbangkan? Jika ada berapakah rasio KDB KLB dan KDH di lahan perancangan Masjid tsb?

Jawab:
Rancangan yang mengikuti KAK diperkirakan tidak akan melebihi ketentuan tentang KDB dan KLB setempat.

Pertanyaan 12
apabila ditemukan kasus dimana gambar desain rancangan tidak muat ditampung dalam kertas A3 (khususnya untuk gambar denah lantai dasar) dalam skala yang ditentukan panitia, apakah diperbolehkan merubah satuan skala sesuai dengan kebutuhan ?

Jawab:
Sejauh ini belum ada kasus dimana gambar rencana denah tidak muat
tertampung di atas kertas berukuran A3.
Seandainya gambar rencana denah tidak muat, silakan ubah skala gambar denah menjadi 1:300. Orientasi gambar tetap lansekap & sesuaikan kembali skala batangnya.

Pertanyaan Teknis 13
“Fasilitas-fasiltas pendukung tersebut beserta sirkulasinya dengan total luas lantai sekitar 600 meter persegi. Fasilitas-fasilitas pendukung tersebut dapat dirancang sebagian atau semuanya di bawah lantai utama masjid.” keterangan ini pada KAK halaman 3…apakah ini berarti lantai BASEMENT?

Jawab:
Tidak diinginkan adanya rancangan lantai basement. Peserta diharapkan memanfaatkan kondisi lahan yang berkontur miring, memanfaatkan pencahayaan serta penghawaan alami. Pertanyaan teknis nomor ….. “Peserta diminta merancang jalur sirkulasi khusus dari tempat wudhu wanita ke lantai dasar bagian belakang masjid serta ke lantai mezanin yang biasa digunakan oleh jemaah wanita”. Mohon penjelasan. Jawab: Peserta diminta merancang jalur sirkulasi khusus dari tempat wudhu wanita ke shaf bagian belakang lantai utama masjid (sisi timur) serta ke lantai mezanin yang biasa digunakan oleh jemaah wanita.

Pertanyaan 14
Dalam lembar KAK hal 3 tertulis “Fasilitas-fasilitas pendukung tersebut dapat dirancang sebagian atau semuanya di bawah lantai utama masjid”. Apakah hal tsb bersifat mutlak bahwa massa bangunan adalah bangunan tunggal?

Jawab:
Lebih baik bangunan bermassa tunggal, namun peserta dapat mengusulakn rencana yang tidak bermassa tunggal. Rancangan bangunan menara tidak harus berimpit dengan massa bangunan utama.

Pertanyaan 15
Apa dapat diketahui arah kiblat ?

Jawab:
Arah kiblat sudah digambarkan bersama arah utara pada gambar lahan .

Pertanyaan 16
Berapa skala di dalam file CAD “Peta lahan (Template untuk Lembar ke
dua).dwg”? Apakah muat dicetak di atas kertas A3?

Jawab:
Ukuran gambar dalam file CAD “Peta lahan (Template untuk Lembar ke
dua).dwg” memakai ukuran asli, namun jika dicetak di atas kertas A3 sesuai
kotak yang telah tersedia pada file tersebut, maka skalanya akan menjadi
1:500.

Pertanyaan 17
bagaimana jika Lembar presentasi ke 3, tidak memungkinkan untuk skala 1:200 (jika dikehendaki menunjukkan fasilitas fasilitas pendukung dan situasi di sekeliling bangunan masjid)?

Jawab :
Fasilitas pendukung yang harus digambar adalah yang penting dan terdekat dengan massa bangunan (utama), Fasilitas pendukung yang kurang penting dapat digambarkan pada siteplan yang berskala 1:500.

Pertanyaan 18
apakah Lembar pengumpulan A3 perlu di jilid?
jika tidak dijilid,
apakah menggunakan back panel / atau tidak perlu? (jika menggunakan
back panel apakah didiskualifikasi ?)

Jawab:
Terima kasih atas pertanyaan yang Anda ajukan.
Lembar pengumpulan A3 tidak perlu dijilid. Semua gambar tidak disyaratkan menggunakan panel pengaku, karena itu sebaiknya peserta memilih kertas cetak yang cukup kaku. Ketentuan ini kami sesuaikan dengan rencana proses penjurian.

SAYEMBARA DESAIN MASJID KAMPUS ITB – JATINANGOR

SAYEMBARA DESAIN MASJID KAMPUS ITB – JATINANGOR

Masjid kampus merupakan salah satu sarana yang sangat penting di dalam kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). ITB berencana membangun sebuah masjid kampus baru di salah satu lahan kampus ITB di Jatinangor. Guna mendapatkan prarancangan yang sebaik mungkin, Insitut Teknologi Bandung akan melaksanakan sayembara prarancangan masjid kampus ITB Jatinangor. Tujuan dari sayembara ini adalah untuk mendapatkan prarancangan arsitektur  terbaik bagi pembangunan masjid kampus ITB Jatinagor.

Juri:

  • Ir. Achmad Noe’man, IAI (arsitek senior, perancang Masjid Salman ITB)
  • Prof. Ir. Slamet Wirasondjaja, MLA, IAI (Arsitek senior, perancang kampus Universitas Winaya Mukti)
  • Dr. Ir. Basauli Umar Lubis , MSA, IAI (Arsitek senior, dosen Prodi Arsitektur ITB)
  • Ir. Robby Dwikojuliardi, MSA, IAI. (arsitek, Ketua IAI Jawa Barat, dosen pembimbing studio Prodi Arsitektur ITB, pernah menjabat dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Winayamukti).
  • Dr. Ing. Soeparno Satira, DEA (Wakil Direktur Eksekutif ITB Kampus Jatinangor, Sekretaris merangkap anggota Majelis Pembina YPM Salman)

 

Pemenang sayembara akan mendapatkan hadiah sebagai berikut:

  • Juara 1   Rp 30.000.000 + sertifikat
  • Juara 2   Rp 15.000.000 + sertifikat
  • Juara 3   Rp 10.000.000 + sertifikat

Biaya pendaftaran                        : Rp 100.000

Pendaftaran                                 :  28 September -  24 Oktober 2012

Pengumpulan hasil sayembara  :  29 Oktober 2012

Pengumuman pemenang           :  2 November 2012 (tentatif)

 

Sayembara ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia yang memiliki gelar minimal Sarjana Teknik Arsitektur atau gelar yang setara dengan gelar itu. Untuk mendaftar sebagai peserta sayembara, calon peserta diharuskan mengirimkan email ke alamat sayembara.masjid.itb@gmail.com dengan menggunakan template form pendaftaran dan melengkapi persyaratan-persyaratan sesuai dengan Paket Sayembara Masjid ITB – Jatinangor

 

Kontak kami di: sayembara.masjid.itb@gmail.com