ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

Aroma Kenyamanan Armor Kopi

15213029 | Estu Putri Sejati

Armor Kopi merupakan salah satu dari banyak kedai kopi yang berada di Kota Bandung. Kedai kopi yang menyediakan beberapa macam kopi dan varian teh serta makanan ini terletak di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Karena bangunan ini terletak di kawasan Taman Hutan Raya maka hal itu memaksa sang pemilik untuk membentuk bangunannya sedemikian rupa sehingga dapat selaras dengan kawasan dia berada. Hal ini sangat saya rasakan karena tampak dan suasananya yang begitu menyatu dengan Tahura itu sendiri.

Armor Kopi, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Armor Kopi, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Kedai kopi ini mungkin terdengar sama saja dengan kedai kopi yang lain, namun meskipun sederhana, tempat dan suasananyalah yang membuatnya berbeda. Biasanya kedai kopi terletak di daerah yang ramai pengunjung seperti di pinggir jalan raya atau di sekitaran pusat kota. Namun, Armor Kopi ini terletak di tengah hutan raya, yang memerlukan usaha lebih untuk mencapai tempat ini. Meskipun demikian, kedai kopi ini memiliki ukuran yang mungil dan terbuat dari material kayu memberikan kesan baru bagi penikmat kopi.

Karena letaknya yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Menurut pengamatan yang saya lakukan saat berkunjung ke tempat ini, kedai kopi ini sangat menyatu dengan alam. Mengapa demikian? Karena melalui pengalaman yang saya alami saat berada di kedai kopi ini, tempat ini sungguh menyatu dengan Tahura itu sendiri, dengan banyaknya tempat makan yang berada di area outdoor di sekelilingnya. Bahkan jika diamati dengan seksama, lebih dari 50% area yang disediakan dari kedai kopi ini adalah area outdoor. Area indoor hanya meliputi meja kasir dan tempat pemesanan serta 2 tempat duduk dan area dapur.

IMG_0944edit

Material batu pada outdoor areanya membuat                                kesan sangat alami

Material yang digunakan dari kedai kopi ini semakin memperkuat kesan yang saya rasakan. Tahura kenyataannya masih asri dengan pohon-pohon tingginya tidak menjadi penghalang untuk mendirikan kedai kopi di area ini. Hampir 100% material yang digunakan pada kedai kopi ini merupakan material kayu. Semakin menyatukan kedai kopi ini dengan alam sekitarnya. Area outdoornya pun menambah kesan alam ini, dengan meja dan kursi yang dipakai pengunjung sangat menyerupai kayu-kayu (atau bahkan itu memang kayu). Selain itu, jika diamati lebih lanjut lagi, pembeda material yang digunakan saja yang membuat area Armor Kopi ini semakin jelas. Jika berjalan dari dalam Tahura, kita akan melewati tanah dulu kemudian akan dituntun dengan bebatuan jalan setapak menuju lokasi Armor Kopi ini.

Hal yang saya rasakan saat pertama kali ke tempat ini adalah kenyamanannya. Begitu menyatu dengan alam adalah suatu hal yang sangat saya garis bawahi. Rumah kayu kecil yang merupakan bangunan Armor Kopi pun sangat welcome bagi pengunjung dengan bukaan yang besar dan sebagai point of interest saat pertama kali masuk ke area Tahura. Kali itu, saya berkunjung saat suasananya mendung, hampir hujan. Segelas green tea menemani dan menghangatkan saya saat menikmati suasana Taman Hutan Raya di hari itu.

IMG_0956edit

 Green Tea hangat

IMG_0935edit

Suasana tempat duduk yang dekat dengan Situ

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulannya, saya memiliki kesan positif dengan tempat ini. Meskipun baru sekali waktu mengunjungi Armor Kopi, akan ada waktu lain yang akan memaksa kita untuk kembali lagi. Lari sejenak dari penatnya kehidupan untuk sekedar menikmati kopi atau teh hangat di tengah hutan raya, dan menikmati kesejukan alamnya. Dan tanpa disadari, ketika kita menikmati keindahan alam dunia ini, disaat itu lah kita akan tersadar bahwa karya Tuhan itu sangatlah berharga jika dilewatkan.