ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

Jeda dari Hiruk-Pikuk Perbelanjaan

15213023 | Gabriela

 

Apa yang dicari orang ketika berkunjung ke Bandung? Makanannya, udaranya, juga FO-FO. Berkendara melewati jalan Setiabudhi, jalan populer menuju Lembang yang dingin, dan kamu akan menemukan satu tempat yang memacetkan jalan didepannya, yakni Rumah Mode. Saya tidak akan membahas mengenai Rumah Mode dan koleksi pakaiannya, namun saya akan membahas salah satu ruang di FO terkenal ini yang tidak menjual pakaian. Mungkin menjengkelkan karena keberadaan FO ini membuat jalanan macet, namun cobalah masuk dan nikmati ruang indah didalamnya.

dari tempat makan

Tempat makan berbatasan dengan ruang terbuka/innercourt

Ruang indah yang saya utarakan dalam paragraf sebelumnya bukan ruang yang memperlihatkan makanan enak untuk dimakan, pakaian nyaman untuk dikenakan, ataupun home funishing untuk dikoleksi. Tapi ruang yang memberikan jeda bagi hiruk-pikuk jalanan dan hiruk-pikuk berbelanja. Kita dapat duduk, merilekskan mata dan mengisi paru-paru dengan udara bebas. Unsur alam akan selalu memberikan kelegaan dan menyegarkan. Demikian terjadi pada ruang ini, ruang terbuka yang kemudian akan saya sebut sebagai innercourt, terletak di antara massa-massa bangunan dan diantara orang-orang yang sedang menunggu ataupun makan. Innercourt ini bukan taman dengan tanah berumput, jalan setapak, semak, dan bunga indah. Tapi sebuah ruang terbuka ke langit, berlantaikan batu alam, dan berbagai tanaman menggantung menjadi pembatas visual ruang tersebut. Tanaman lainnya, tidak menggantung namun tumbuh dr lantai tanah juga menjadi pembatas ruang ini. Unsur alam lainya, yakni unsur air yang menuruni dinding batu alam pada salah satu sisi ruang ini.

tempat makan_edited-1

Bagaikan nafas lega sebuah ruang, ketika didapati ruang terbuka ditengah hiruk-pikuk perluasan lahan, pembangunan dan renovasi massa-massa bangunan, perkerasan jalan, kemacetan mobil, dan kepadatan hasrat berbelanja. Itulah yang pertama kali saya rasakan, ketika mendapati innercourt ini. Terletak di tengah lahan perbelanjaan dengan orang yang sibuk memilih, menunggu, membeli, dan mencari parkr, didapati ruang terbuka, dengan sinar matahari dan udara bebas menyambut. Ditambah dengan unsur air, tanaman hijau, serta sculpture mengolah lanskap kecil ini, membuatnya sangat menarik dan melegakan. Bangku-bangku disekitar innercourt mempersilakan kita untuk duduk dan beristirahat, menikmati pengolahan lanskap indah ini. Walaupun lantainya bukan Tanah, melainkan batu-batu alam, namun pengolahan unsur-unsur alam sangat terasa dan indah.

pattern lantai

Lantai batu alam dengann dekorasi keramik berbentuk bunga warna-warni

Pengolahan ruang kecil ini sangatlah kuat. Mengapa? Ukurannya hanyalah seperdelapan (bahkan sepersepuluh) dari ruang makan yang mengelilinginya. Namun orang yang melewatinya akan memperhatikan ruang ini. Orang yang datang melalui ruang makan pun akan tertarik terhadap ruang ini. dan orang yang melewatinya tergoda untuk berfoto dalam ruang ini. selain itu, keunikannya adalah ruang ini terasa asri, dan terasa seperti sebuah taman, padahal lantainya merupakan batu alam-bukan Tanah dengan jalan setapak. Suasana ruang makan yang sebenarnya padat dan sumpek, menjadi lebih lega ketika dihubungkan dengan ruang ini.

utama_edited-1