ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

District 29, Sebuah Ruang Kontemplasi

Raja Samuel Purba – 15212049

Pengantar

Bandung merupakan salah satu kota yang dikenal memiliki beragam jenis kuliner yang lezat. Hal ini didukung dengan keberadaan restoran-restoran menarik yang tersebar di seluruh penjuru Kota Bandung. Restoran-restoran atau kafe-kafe ini tidak hanya menjual makanan yang mengunggah selera tetapi juga menawarkan interior ruangan yang menarik bagi pengunjung. Dan beberapa dari restoran ini tidak hanya menjadi sebuah tempat untuk makan tetapi juga menjadi ruang kontemplasi bagi kita.

20160311_224105

Ruangan dengan konsep rustic Sumber : Dokumentasi pribadi

Kejujuran Material

Salah satu dari restoran atau kafe tersebut adalah District 29. District 29 merupakan sebuah restoran yang terletak di Jalan Bungur No.29. Restoran yang buka dari pukul sepuluh pagi hingga dua belas malam ini, selain memiliki makanan yang enak, juga memiliki konsep bangunan yang menarik. Hal ini terlihat dari bagian depan restoran dan interiornya. Restoran ini memakai konsep rustic, sebuah konsep yang memiliki semangat bahwa keindahan sebuah material berasal dari material itu sendiri. Jadi tidak perlu polesan atau tambahan finishing lain. Ketika kita sampai di restoran ini, kita akan melihat dinding depan District 29 terbuat dari beton yang tidak diselesaikan kemudian terdapat pahatan tulisan “District” yang juga dibiarkan tidak selesai, hanya dipahat sekenanya tanpa dirapikan. Kemudian ketika kita masuk ke dalam restoran, pertama-tama kita akan melihat lukisan Marilyn Monroe yang dipahat di atas kayu kemudian kita akan melihat bahwa seluruh bagian dari restoran dibiarkan sesuai dengan material penyusunnya. Dinding beton yang tidak dicat, atap genteng yang tidak ditutupi ceiling, lampu yang dibiarkan menjuntai ke bawah tanpa elemen tambahan lain, lantai beton yang tidak diberi keramik, dan balok-balok kayu penahan atap yang juga dibiarkan apa adanya. Ketika pun ada bagian yang dicat seperti kusen pintu dan jendela, warna yang dipakai merupakan warna dominan sehingga tidak merusak konsep kejujuran material yang dibawa, seperti warna hitam atau putih. Kombinasi permainan warna hitam-putih-abu, pemakaian perabot dengan bahan material asli, dan bagian-bagian dalam restoran yang dibiarkan apa adanya membuat District 29 menjadi restoran yang sangat menarik bagi saya untuk bersantap dan bersantai.

Taman kecil yang bersebelahan dengan ruang utama restoran. Sumber : Dokumentasi pribadi

Mencari Ruang Utama

Selain konsep rustic pada bangunan, hal lain yang menarik dari restoran ini adalah denah ruangannya.Denah ruangan tidak seperti restoran kebanyakan, yang menaruh ruang utama bagi pengunjung di bagian depan. Untuk masuk ke bagian utama dari District 29, kita harus melewati lorong panjang yang diisi dengan bar dan kasir, tidak ada meja untuk pengunjung. Hanya sebuah sofa dan meja kecil yang disediakan untuk pengunjung yang ingin membawa pulang pesanannya. Di ujung lorong tadi, kita akan menemukan ruangan utama, sebuah ruangan besar yang diisi dengan sofa dan meja untuk pengunjung yang bersebelahan dengan sebuah taman kecil. Ruangan tersebut masih mengusung konsep yang sama dengan bagian depan tadi. Dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang, angin sepoi-sepoi dari taman, dan warna-warna material pada dinding dan furniture, membuat kita merasa rileks dan tenang sambil menyantap hidangan kita.

 

Ruang Kontemplasi

District 29 ini menjadi sebuah tempat yang menarik bagi saya secara pribadi. Karena restoran ini, tidak seperti restoran lainnya, memberikan sebuah rasa personal untuk saya. Restoran ini memberikan pilihan aktivitas yang dapat saya lakukan sesuai keinginan saya. Saya dapat menikmati hidangan sambil duduk santai dengan teman-teman atau mungkin seorang diri sambil sejenak berkontemplasi tentang hari-hari saya. Saya bisa sejenak rehat dari segala kepenatan saya, sambil menikmati hidangan, sejuknya udara Bandung dan musik yang mengalun. Saya bisa membebaskan pikiran saya dari segala masalah yang saya alami hari itu. Sehingga ketika saya keluar dari restoran ini, saya tidak hanya merasa kenyang, tetapi juga merasa lebih ‘ringan’ dan lebih bersemangat untuk menyelesaikan masalah saya.