ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

Kenyamanan Tempat Tinggal Kedua

//
Categories
/

15214029 | Hadist Alamanda Johan.

Lokasi: MAN Insan Cendekia Gorontalo

Salah satu pengalaman ruang yang pernah saya rasakan adalah pengalaman sekolah berasrama yang letaknya cukup jauh dari tempat tinggal, berbeda pulau bahkan. Sekolah tersebut adalah MAN Insan Cendekia Gorontalo. Sekolah ini berada di tempat yang sangat nyaman untuk belajar karena tenang sekali. Ia berada di antara sawah-sawah yang masih hijau dengan pemandangan alam berupa bukit dan pegunungan yang menjulang serta langit yang masih bersih. Saya tinggal disini selama 3 tahun. Banyak kesan yang dirasakan disana. Sekolah berasrama ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas, baik murid, guru, bahkan civitas lainnya. Beberapa fasilitas yang memberikan kesan tersendiri, diantaranya: lapangan yang cukup luas, pendopo, masjid dan gedung tahfidz, gedung serbaguna, serta akses jalan yang cukup luas.

Lapangan

Gambar 1. Lapangan Utama.

Lapangan yang cukup luas memberikan kesan tenang. Stimulus yang diberikan berupa pemandangan alam. Deretan pepohonan yang seolah-olah membentuk frame untuk bukit dan gunung di belakangnyta. Perpaduan warna hijau, putih, dan biru memberi kesan ketenangan. Pemandangan seperti ini didapatkan saat kita berada di gedung pendidikan. Ketika ngantuk mulai terasa di kelas, pemandangan seperti ini sedikit menghilangkan rasa ngantuk. Ketika kita merasa tegang saat mau ujian, pemandangan seperti ini pula memberikan rasa rileks. Terkadang sehabis hujan, akan terlihat pelangi yang cukup jelas.

Pendopo

Gambar 2. Pendopo.

Pendopo merupakan salah satu bagian yang cukup memberikan kesan selama berada di asrama ini. Pendopo menjadi salah satu tempat yang sering digunakan untuk berkumpul. Berkumpul dalam rangka diskusi ataupun hanya sekedar makan-makan. Pendopo yang berbentuk segiempat dengan atap limas ini, terletak di dekat kantin, koperasi, serta sarana olahraga. Sehingga ketika sore hari dan pagi hari di hari libur, cocok untuk bersantai-santai. Pendopo tanpa dinding, terkadang mengundang rasa penasaran orang-orang yang lalu-lalang di sekitarnya ketika ada acara yang diselenggarakan disana.

Masjid gedung tahfidz

Gambar 3 (kiri). Masjid. Gambar 4 (kanan). Gedung Tahfidz.

Masjid dengan bentuk yang hampir simetri ini merupakan tempat yang sering dikunjungi kami. Letaknya hampir di pusat dari seluruh bangunan di asrama ini. Masjid Ulul Albab memiliki 3 akses masuk. Pintu selatan (sisi kiri pada gambar), sebagai pintu masuk ikhwan/laki-laki. Pintu timur (sisi kanan pada gambar), sebagai pintu masuk akhwat/perempuan. Satu akses lagi berada di utara yang berfungsi sebagai akses menuju tempat wudhu ikhwan. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, bangunan dua lantai ini terkadang digunakan sebagai tempat untuk berkumpul karena bagian dalam yang cukup luas. Bagian tengah antara pintu selatan dan timur (tempat papan nama) dibuat menonjol sebagai salah satu permainan ruang. Di balik bagian ini, terdapat tangga akses ke lantai dua dan tempat penyimpanan alat ibadah. Di sisi utara masjid berbatasan dengan gedung tahfidz yang berfungsi sebagai tempat menghafal al-quran. Bangunan ini memiliki bentuk yang simetri dengan dua lorong, yang masing-masing lorong terdiri dari tiga ruangan. Diantara kedua lorong, terdapat taman kecil. Taman ini memberikan sedikit kenyamanan ketika menghafal.

gsg

Gambar 5 (kiri). Gedung Serbaguna. Gambar 6 (kanan). Bagian Dalam Gedung Serba Guna.

Gedung serbaguna merupakan salah satu tempat yang banyak digunakan untuk menyelenggarakan acara tertentu. Beberapa acara yang diselenggarakan disini adalah acara penyambutan peserta didik baru, pameran karya ilmiah, pentas seni, hingga prosesi wisuda. Gedung dengan bentuk atap pelana ini, memiliki kuda-kuda kayu yang terekspos. Bangunan ini memiliki akses yang cukup banyak, karena memiliki cukup banyak bukaan pada sisi kanan dan kiri. Pada acara tertentu (seperti wisudaan), bukaan tersebut dapat ditutup dengan kain sehingga gedung ini terlihat sangat tertutup. Sehari-hari, gedung serba guna digunakan sebagai tempat olahraga juga, khususnya bulutangkis. Bangunan yang menghadap hampir ke barat ini memiliki panggung di sisi timur bagian tengah. Bukaan yang cukup banyak diletakkan di sisi utara dan selatan, sehingga tidak menantang arah datang sinar matahari.

jalan

Gambar 7. Pembatas Jalan Yang Digunakan Untuk Duduk.

Akses jalan yang cukup terlihat mempermudah penghuni untuk menemukan arah mencapai bangunan tertentu. Saat awal pintu masuk utama, kami disambut dengan pos satpam dan kemudian ada lapangan bola yang cukup luas. Jalan kendaraan dibuat mengitari lapangan bola tersebut. Lebar jalanan cukup untuk dilalui dua mobil yang berlawanan arah. Disisi jalan dilengkapi pembatas jalan yang dapat digunakan untuk duduk-duduk sejenak. Di pagi hari saat akan menuju gedung pendidikan, kami dibiasakan untuk berbaris dan melewati jalan utama. Sambil menunggu teman-teman yang masih bersiap-siap, kami duduk di pembatas jalan tersebut sambil berbincang dan berdiskusi.

Sebagian besar kesan yang diberikan dari ruang dan tempat tersebut adalah positif. Kesan positif ditimbulkan karena stimulus yang diberikan tidak terlalu banyak, sehingga pengamat merasakan ketenangan. Warna yang digunakan seperti warna, putih, biru, hijau, dan krem memberikan perpaduan yang cukup baik dan juga nyaman untuk dipandang. Warna-warna tersebut menyatu dengan kondisi alam disana yang didominasi dengan sawah dan bukit/pegunungan. Suhu disana cukup tinggi sehingga terasa panas, namun banyaknya pepohonan dapat memberikan kesejukan. Lingkungan yang nyaman memberikan keakraban tersendiri antar penghuninya.