ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

Tiga Tjeret, Perpaduan Rasa, Perjalanan, dan Cerita

//
Categories

DINI KACD | 15214082

Tiga Tjeret, merupakan sebuah cafe di Klaten, tepatnya pada Jalan Pemuda depan GOR Klaten dengan jam buka pukul 10.00-23.00 WIB. Tiga Tjeret merupakan sebuah inovasi cafe yang terbilang cukup baru di Klaten. Cafe di Klaten pada umumnya mengusung tema tradisional dengan menggunakan saung serta berada di tempat yang alami, seperti sawah dan rawa. Namun, Tiga Tjeret berbeda. Tiga Tjeret mengusung tema futuristik bagi cafe di kota Klaten. Cafe ini terlihat seperti sebuah food truck raksasa. Hal ini dikarenakan bangunannya terbuat dari kontainer bekas. Ternyata bukan hanya bangunannya yang terdiri dari benda bekas, hampir setiap elemen cafe ini terbuat dari barang bekas, misalnya meja dan kursi dari tong kayu bekas, hiasan lampu dari gelas plastik bekas, dan lain-lain. Tiga Tjeret terdiri dari tiga lantai, dengan lantai paling atas lebih seperti rooftop garden. Dari rooftop ini kita bisa melihat pemandangan sekitar Klaten.

Tiga Tjeret dari Jalan Pemuda

Tiga Tjeret dari Jalan Pemuda

Pemandangan di Rooftop

Pemandangan di Rooftop

Wastafel dari Ember dan Ceret

Wastafel dari Ember dan Ceret

Seperti halnya sebuah usaha, Tiga Tjeret mengedepankan aspek ekonomi yang dibungkus dengan konsep desain yang futuristik. Pembangunan cafe ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena pada dasarnya bahan bangunannya bisa dengan mudah dibongkar-pasang. Selain itu, furnitur serta elemen lainnya dari cafe ini berasal dari barang bekas, contohnya meja dari tong bekas, penghias lampu dari sangkar dan gelas plastik bekas, wastafel dari ceret dan ember bekas. Setiap solusi desain dari cafe ini sangat kreatif dan inovatif sekaligus menghemat biaya. Aspek ekonomi ini didukung oleh lokasi cafe yang terletak di pinggir jalan akses utama Kota Klaten. Hal ini memudahkan cafe untuk ditemukan karena desainnya menjadi aksen dalam penataan ruang.

Posisi cafe yang sangat stategis bukan hanya bermanfaat untuk aspek ekonomi namun juga bermanfaat untuk aspek ambience dan citra. Lokasi cafe memudahkan kita untuk mengunjunginya sehingga muncul kesan sebuah peristirahatan dalam perjalanan. Kesan perjalanan ini diperkuat dengan fasade bangunan yang menyerupai food truck. Ketika duduk di cafe ini seraya memandang ke arah jalan, akan muncul sebuah kontemplasi sederhana dalam pemikiran kita mengenai perjalanan apa saja yang telah dilalui. Ketika malam tiba, lampu-lampu kendaraan di jalan akan menimbulkan efek lintasan memori pada diri kita yang memunculkan rasa ingin bercerita.

Pemandangan dari Lantai Dua

Pemandangan dari Lantai Dua

Persediaan Rasa dalam Cerita

Persediaan Rasa dalam Cerita

Penempatan ruang di Tiga Tjeret terasa cukup intim dan memiliki teritorial serta privasi yang cukup tinggi. Kesan intim terbentuk dari pencahayaan dan skema warna dari elemen cafe. Pencahayaan pada kafe berwarna kuning dengan rangka lampu terbentuk dari sangkar yang berwarna coklat memunculkan sifat hangat. Demikian pula penggunaan furnitur dari kayu yang hanya dipelitur menambah kesan hangat. Kesan hangat ini akan mempengaruhi perilaku manusia menjadi lebih hangat sehingga antar pengunjung akan merasa lebih terbuka dan lebih dekat. Teritori dan privasi dilihat dari penempatan meja dan lampu. Posisi antar meja yang cukup berjauhan dan penempatan lampu yang cukup rendah pada tiap meja, akan menimbulkan kesan kepemilikan ruang (dalam hal ini meja) tertentu. Pembentukan teritori yang cukup tegas ini akan meningkatkan privasi pengunjung. Pengunjung tidak takut ceritanya akan didengar oleh tetangga meja dan pengunjung berberda meja pun akan merasa sungkan untuk mendekat. Hal ini sangat mendukung proses bertukar cerita pengunjung.

Suasana Lantai 2

Suasana Lantai 2

Lantai 1 Dilihat dari Lanta 2

Lantai 1 Dilihat dari Lanta 2

Keterikatan pada suatu tempat pada umumnya berhubungan dengan interaksi dengan manusia di tempat tersebut. Semakin baik interaksi manusia pada suatu tempat, maka keterikatan akan tempat itu juga semakin besar. Tiga Tjeret memberikan sebuah ruang interaksi yang didesain sedemikian rupa sehingga interaksi manusia di dalamnya hangat dan dekat. Dengan demikian, Tiga Tjeret menjadi sebuah tempat dengan berbagai kesan. Kesan yang dibentuk dari sini merupakan perpaduan dari rasa makanan, perjalanan yang sudah ditempuh, dan cerita apa saja yang dibagikan. Bagi saya sendiri, kenangan di tempat ini bukan hanya pada senja yang tertangkap lensa mata, dessert yang tertangkap papila lidah, namun kisah antara saya dan sahabat yang membuat kafe ini memiliki tempat tersendiri di hati.