ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

Armor Kopi Garden: Manis tanpa Gula

15213022 | Dyan Noviera Putri

Bukan, ini bukan Armor Kopi Taman Hutan Raya Juanda.

Armor Kopi Garden berlokasi di Jalan Legok Randu no. 46 B, Cimenyan, dekat Selasar Sunaryo. Sedikit berbeda dari Armor Kopi di Tahura, view yang ditawarkan pada lokasi ini adalah perbukitan hijau dengan konsep ruang yang kurang lebih serupa. Tergolong masih baru dibuka, pengunjung kafe ini terbilang lebih sedikit dibandingkan dengan Armor Kopi yang berlokasi di Tahura, salah satu alasan yang membuat preferensi saya lebih tinggi.

View yang ditawakan di sekeliling lokasi

View yang ditawarkan di sekeliling lokasi

Sejak 28 Desember 2015, pertama kali kopi diseduh untuk pecinta kopi di kafe ini, tempat ini seakan selalu memanggil saya untuk kembali merasakan suasana yang nyaman dan menenangkan itu. Terhitung sudah tiga kali saya kembali, baik untuk mengerjakan tugas arsitektur yang membutuhkan inspirasi ataupun sekedar ngopi dan bertukar cerita dengan keluarga dan teman. Baik pagi, siang, sore, ataupun malam, kafe ini selalu terasa nyaman.

Kenyamanan beranda kafe

Kenyamanan beranda kafe

Armor Kopi Garden menyajikan berbagai macam kopi dan teh dengan berbagai metode penyeduhan. Satu hal yang unik adalah tidak ada satupun menu minuman di kafe ini yang disajikan dengan gula atau pemanis lainnya. Gula hanya akan diberikan jika pengunjung meminta. Kafe ini mempertahankan rasa serta aroma kopi dan teh yang autentik dan orisinal. Sebagai pelengkap nikmatnya kopi dan teh yang disajikan, kafe ini juga menyediakan beberapa jenis makanan dan cemilan.

Keanekaragaman kopi dan metode penyajiannya

Keanekaragaman kopi dan metode penyajiannya

Perpaduan material dan penataan ruang pada kafe ini dengan berbagai tanaman baik yang tumbuh secara alami di lokasi maupun yang ditanam dalam pot memberikan citra yang sangat manis dan segar. Sentuhan-sentuhan kebun yang indah merupakan salah satu atraksi tersendiri bagi para pengunjung.

Sentuhan pot-pot tanaman

Sentuhan pot-pot tanaman

Material kayu yang mendominasi kafe ini memberikan kesan nyaman dan menyatu dengan alam. Kayu digunakan untuk dinding, atap, lantai, hingga furnitur. Pada bagian teras kafe terdapat pula rak kayu yang digunakan untuk meletakkan pot-pot tanaman, menambah kesan kebun sederhana yang mengingatkan pengunjung seperti saya, pelajar yang meninggalkan kota asal untuk menuntut ilmu di Bandung, pada rumah.

Material kaca pada dinding dan plastik pada atap pergola dipilih agar cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa dan memberikan kehangatan yang sangat cocok dipadukan dengan secangkir café latte dan sepiring banana cheese finger. Selain memberikan kebebasan kepada para pengunjung untuk menikmati view, penggunaan material transparan ini juga memaksimalkan exposure ke dalam, membiarkan suasananya nyaman dan hangat itu menggoda pengunjung lain untuk masuk.

Perpaduan material kayu dan kaca dengan vegetasi alami di lokasi

Perpaduan material kayu dan kaca dengan vegetasi alami di lokasi

Menghabiskan waktu di kafe ini adalah salah satu cara untuk melepas penat dan memperbaiki mood setelah menjalani berbagai kesibukan di daerah urban yang padat. Menikmati kopi Liberica dengan Vietnam drip method ditemani tempe mendoan serta ketenangan dan kesejukan dataran tinggi Bandung adalah sore hari yang menyenangkan bagi saya.

Jika jiwa dan pikiran dicurahkan dengan tulus dalam mengolah ruang, percayalah bahwa manis, bisa tercipta tanpa gula.