ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

Seoul Museum of Art (SeMA) : Wajah Lama Berjiwa Baru

15213012 | Levina Dewi Marcelia

Seoul Museum of Art (SeMA) adalah sebuah museum seni modern yang terletak di kawasan Deoksugung Palace, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan. Secara keseluruhan, SeMA memiliki 6 exhibition hall, lecture hall, dan perpustakaan yang berisi segala referensi berkaitan dengan seni. Satu-satunya koleksi permanen yang dimiliki SeMA adalah koleksi berjudul “The Soul of Chun Kyung Ja” karya seniman Korea terkenal, Chun Kyung Ja. Saat saya berkunjung pada tanggal 11 Juni 2015, pameran yang sedang digelar adalah koleksi “2015 SeMA Green : YUN SUKNAM ♥ HEART” karya seniman Yun Suknam dan “PEACEMINUSONE” karya G-Dragon dengan kolaborasi bersama seniman-seniman kontemporer lain. 

Nuansa Historis di Pusat Kota Seoul

Untuk mencapai kawasan Doeksugung, stasiun Subway terdekat adalah City Hall. Sesaat setelah keluar dari stasiun, saya sudah disambut oleh nuansa historis dari kawasan ini. Dengan ditemani dinding batu di sisi trotoar sepanjang kurang lebih 900 meter dan terdapat pohon-pohon hijau serta tempat duduk untuk beristirahat sejenak, jalan ini telah berhasil membuat ruang urban dengan adanya ‘sense of journey’. Selain itu, saya juga ditemani oleh pemandangan dari bangunan-bangunan bernuansa historis.

IMG_2098

suasana kawasan Deoksugung doldam-gil

IMG_2095

suasana taman di depan Seoul Museum of Art (SeMA)

Setelah sampai, saya disambut oleh bangunan Seoul Museum of Art yang bergaya Renaissance pada tampak depannya. Sebelum dijadikan museum seni, bangunan ini merupakan gedung Mahkamah Agung Korea Selatan yang selanjutnya didesain ulang dan direnovasi. Setelah melihat tampak depan bangunan yang nuansanya kental dengan sejarah, saya sudah berekspektasi adanya interior bangunan dengan suasana lebih historis yang selanjutnya akan menemani saya saat menikmati karya-karya seni yang dipamerkan.

Pintu Masuk Menuju Dunia yang Berbeda

IMG_2093

Saat memasuki bangunan ini, saya disambut oleh suasana interior modern yang sangat bertolak belakang dengan ekspektasi saya sebelumnya. Pada daerah entrance terdapat void yang sangat besar hingga lantai paling atas. Dari tempat tersebut, dapat terlihat semua lantai dengan masing-masing tema pameran, sehingga pengunjung dapat melihat ‘rangkuman’ isi museum secara tidak langsung. Selain itu, void ini lebih memudahkan way finding bagi saya sebagai seorang pengunjung, karena saya pribadi setiap pergi ke museum seni seringkali dibuat bingung untuk menentukan jalan pertama yang harus saya ambil untuk menikmati semua pameran dengan alur yang mudah.

Pameran Yun Suknam terletak di lantai paling dasar dan sisanya merupakan pameran G-Dragon. Saya merasa beruntung sekali karena kedua pameran tersebut kebetulan sangat cocok dengan selera seni yang saya sukai. Pameran Yun Suknam tertata dengan sangat sederhana dengan palet warna pastel yang menyejukkan mata. Yun Suknam merupakan seniman feminis Korea yang terkenal. Menurut saya, karya yang dipamerkan dapat lebih menyentuh hati para wanita karena karya-karya yang ada mayoritas menceritakan kisah perjuangan seorang perempuan. Saat memasuki ruang ini, saya seperti dibawa ke dunia di mana saya disadarkan bahwa saya memiliki hati seorang wanita.

IMG_2075IMG_2078

Saat memasuki pameran PEACEMINUSONE, saya dibuat tertarik dengan instalasi ‘scaffolding’ sambil ditemani dengan cahaya-cahaya lampu yang memberikan pengalaman ruang yang baru bagi saya. Instalasi ini merupakan karya dari Society of Architecture (SoA) dimana arsitektur berkolaborasi dengan seni kontemporer. ‘Scaffolding’ yang biasa digunakan untuk struktur temporer dipadukan dengan ‘molding’ yang biasa digunakan untuk dekorasi interior, dapat mengekspresikan secara arsitektural ruang yang menjadi batas antara fantasi dan realita, dalam dan luar, permukaan dan substansi dalam, serta karakter utama dan sub karakter. Selain itu, instalasi ini juga memberikan makna bahwa arsitektur mampu mengolaborasikan sisi fungsional dan sisi estetika.

IMG_2089

instalasi scaffolding

Ruang Sensorik Pemanja Indera

Saat itu merupakan pengalaman pertama saya untuk mendapatkan suasana berbeda dari sebuah museum seni. Untuk pertama kalinya saya merasakan pameran yang sangat memanjakan indera yang saya punya. Pameran PEACEMINUSONE memiliki beragam cara untuk menyampaikan seni kontemporer yang memiliki jiwa semangat muda. Pameran ini pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu pameran yang berfokus pada sudut pandang G-Dragon terhadap kehidupan dan pameran yang berfokus pada sudut pandang pihak lain atau media terhadap kehidupan. Pada pameran pertama, pengunjung dapat melihat seperti kostum dan instalasi-instalasi yang pernah ada selama karir G-Dragon berlangsung. Penyajian pameran tersebut sangat memperhatikan mulai dari segi pencahayaan, layout ruangan, hingga background sound yang memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjung sambil mencoba memahami isi kepala dari seorang G-Dragon.

IMG_2083

Pameran kedua difokuskan pada karya-karya hasil kolaborasi G-Dragon dan seniman kontemporer lain seperti Kijong Zin, Silo Lab_Zizizik, Michael Scoggin, dan lainnya. Karya-karya yang dihasilkan kebanyakan merupakan hal baru bagi saya, seperti contoh yang paling saya sukai adalah sculpture video. Setiap ruangan memiliki cara penyampaian yang berbeda-beda dan memiliki keunikan masing-masing. Selain itu, di akhir pameran ada bagian di mana pengunjung bisa menuliskan pesan pribadi bagi G-Dragon dan seniman-seniman yang terlibat. Cara penyampaian pesan tersebut pun menggunakan cara yang menyenangkan bagi pengunjung agar lebih interaktif pada bagian ini.

IMG_2087

Pameran yang kali ini saya kunjungi benar-benar mengajarkan banyak hal baru bagi saya. Untuk penerapannya dalam arsitektur, saya menjadi lebih paham bagaimana hal-hal kecil dalam suatu ruang dapat memberikan makna dan efek yang besar bagi seorang penghuni. Selain itu, saya juga diingatkan bahwa desain yang dirancang harus mengutamakan segala hal mengenai penggunanya kelak, seperti bagaimana Yun Suknam memahami hati wanita untuk melahirkan karya-karya indah mengenai wanita dan bagaimana G-Dragon memahami indera manusia untuk melahirkan karya yang menyadarkan kita betapa indahnya indera-indera yang kita punya untuk memaknai kehidupan ini.

Saat menuju pintu keluar, pengunjung melewati toko seni dan souvenir dengan barang-barang artistik serta sebuah cafe di mana pengunjung dapat beristirahat sejenak setelah menikmati karya seni. Desain toko dan cafe yang ada pun bersifat minimalis serta tidak memiliki stimulus berlebih. Hal tersebut membuat pengunjung dapat bersantai sepenuhnya sebelum melanjutkan aktivitas di luar. Hari itu saya benar-benar dipuaskan dan memiliki lebih banyak energi positif untuk melanjutkan hari. Jika kalian pecinta museum dan karya seni, Seoul Museum of Art adalah tempat yang wajib dikunjungi sambil berwisata di Seoul, Korea Selatan!