ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

Keuntungan Ruang di Lantai 2 pada "Rumah Tusuk Sate"

IMG_20160522_124024Gambar 1. Tampak bangunan indekos penulis. Sumber: dokumentasi pribadi

Oleh: Dimas Manggala/15213050

Tempat yang dipilih merupakan kamar kos penulis yang berlokasi di Jalan Sukasari 2 Blok D Nomor 152A, Haurpancuh, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Lokasi indekos tepat di ujung pertigaan jalan, orang sekitar menyebut bangunan di posisi tersebut dengan istilah “rumah tusuk sate”. Bangunan indekos baru saja direnovasi sebagian, sehingga beberapa elemen arsitektural yang dipertahankan menjadi tidak sinkron dengan elemen arsitektural yang baru. Seperti misalnya pagar lama berwarna biru yang karena masih berfungsi tetap dipertahankan menjadi tidak senada citranya dengan pagar baru berwarna hitam. Pada awalnya, bangunan memiliki warna dominan putih, kemudian pascarenovasi diubah imejnya dengan biru muda dan kelabu. Kedua warna tersebut merepresentasikan kaum adam yang merupakan jenis kelamin penghuninya.

Letak kamar kos penulis adalah di lantai 2. Bila dilihat dari gambar di atas, posisi pastinya ditandai dengan tiga jendela berderet dengan kusen coklat muda. Dibanding kamar lainnya, hanya kamar ini yang menghadap jalan, sehingga memberikan kelebihan-kelebihan sendiri dibanding kamar lain. Kelebihan itu ialah pemandangan dari jendela, penghawaan, dan pencahayaan yang akan menjadi persoalan utama dalam artikel ini.

Pemandangan

Pemandangan dari jendela kamar memberikan potret keseharian masyarakat sekitar, yang tentunya menghibur bagi penulis saat menyaksikannya. Posisi jendela di lantai dua dan langsung menghadap jalan lurus memberikan view yang ter-frame dengan baik sejauh ruas Jalan Sukasari 2. Pada pagi hari dapat menyaksikan anak-anak sekolah, dari SD hingga SMA, berlalu lalang dengan seragam. Pada siang dapat menyaksikan kegiatan jual-beli konsumen dengan abang tukang bakso yang selalu mangkal sejauh tiga rumah dari bangunan indekos penulis. Dan pada malam hari dapat melihat kilatan cahaya putih kendaraan motor yang datang dari arah Jalan Sukasari 1 dan cahaya merah kendaraan motor yang menuju Jalan Sukasari 1.

IMG_20160522_123527Gambar 2. Pemandangan jalan dari jendela kamar. Sumber: dokumentasi pribadi

Penghawaan

Posisi kamar di lantai 2 yang menghadap langsung ke ruang terbuka, memberi akses langsung bagi udara untuk dapat masuk kamar. Ditambah dengan adanya sistem ventilasi cross membuat aliran udara di kamar menjadi lancar. Udara masuk dari bawah jendela (saat dibuka) dan/atau ventilasi jendela, lalu mengalir ke seluruh ruangan, membelok dan naik menuju ventilasi di atas pintu keluar yang posisinya di belakang kiri jendela (orientasi di dalam kamar menghadap jendela) Maka dari itu, di kamar jarang terjadi pengap dan gerah. Ruangan memanfaatkan sistem penghawaan alami yang membuatnya murah energi.FG

Gambar 3. Ilustrasi aliran udara yang terjadi di kamar. Sumber: dokumentasi pribadi

Pencahayaan

Dengan memiliki bukaan jendela selebar ruangannya itu sendiri dengan tinggi 180cm membuat cahaya dengan mudahnya masuk kamar. Pada siang hari tidak terdapat masalah penerangan. Lampu tidak perlu dinyalakan sehingga membuatnya, sekali lagi, ramah energi.

IMG_20160522_123352

Gambar 4. Pencahayaan pada siang hari. Sumber: dokumentasi pribadi

Sedangkan  menjelang malam hari, penerangan dibantu lampu dengan dimmer. Dimmer tersebut dapat mengatur intensitas cahaya lampu dan sekaligus merubah warna cahaya dari putih terang ke oranye hangat (seperti lampu pijar). Dengan adanya teknologi tersebut penghuni bisa memilih suasanan kamar yang dikehendaki, misal ketika sedang belajar dapat mengatur lampu menjadi putih terang, ketika saat santai dapat mengaturnya menjadi oranye agak terang supaya memberi kesan hangat, dan ketika tidur dapat mengatur cahaya ruangan menjadi redup putih/oranye sesuai keinginan. Dengan begitu, kontrol energi pun dapat diatur sesuai kebutuhan alias hemat.

IMG_20160522_172405

Gambar 5. Pencahayaan lampu putih terang. Sumber: dokumentasi pribadi

IMG_20160522_172432

Gambar 6. Pencahayaan dengan pengaturan cahaya oranye. Sumber: dokumentasi pribadi

Meski begitu, dari tiga keuntungan yang telah diulas, ada hal utama yang mengganggu dari posisi sebuah ruang di pinggir  jalan, yaitu polusi udara. Kerap kali, baik itu suara mesin motor yang lewat, suara langkah kaki pejalan, suara gerobak yang didorong lewat depan bangunan sangat jelas terdengar dalam setiap kondisi. Karenanya, terkadang mengganggu konsentrasi ketika belajar di dalam kamar. Mungkin penyelesaian desain ini dapat dilakukan dengan menanam pohon di depan bangunan, dengan memanfaatkan lahan parkir, sehingga bising dapat tersaring sehingga intensitas yang masuk ke kamar berkurang.