ARSITEKTUR ITB

Single Blog Title

This is a single blog caption
22 May 2016

Kamar Ternyaman

//
Categories

15212004 | ken

Dinding berwarna krem kekuningan, tirai merah muda, dan perabot dari kayu bercorak kayu jati. Kamar ini memiliki luas kurang lebih 20 m2. Kamar tua dan sederhana milik orang tua saya yang bagi saya merupakan kamar ternyaman yang pernah ada. Kamar ini berisi kasur, meja rias, 2 lemari, dan beberapa rak, yang semuanya berbahan kayu dengan motif kayu jati. Jendelanya sangat besar sehingga ketika angin bertiup kencang, kesejukan akan terasa di seluruh ruangan, ditambah dengan tinggi langit-langit yang terbilang tinggi yaitu sekitar 3 meter.

gambar01

Suasana Kamar

Kamar ini pada awalnya tidak direncanakan untuk sebuah kamar utama. Namun karena letaknya yang lebih mudah untuk diakses, dan karena kamar yang direncanakan untuk kamar utama dirasa kurang nyaman dikarenakan keberadaan pohon jambu air besar di depan jendelanya(yang membuat banyak serangga dan sinar matahari terhalang masuk ruangan) sehingga kamar inilah yang dipilih untuk menjadi kamar utama.

Kamar ini menjadi kamar tempat saya bernaung dan mencari ketenangan selain kamar saya sendiri. Terdapat dua faktor yang menyebabkan kamar ini merupakan kamar yang nyaman bagi saya. Pertama merupakan faktor psikologis, dimana seorang anak akan merasa aman dan nyaman jika berada dekat dengan orang tuanya. Karena kamar ini milik orang tua saya, sehingga saya merasakan kenyamanan bersama mereka bila berada di dalamnya. Hal ini juga dirasakan oleh beberapa teman yang saya tanya pendapatnya mengenai kesan-kesan dari kamar orang tua mereka.

gambar02

Jendela yang Besar dibandingkan dengan Bidang Ruang   Kamar

Faktor lainya adalah faktor dari bentuk dan suasana ruangan itu sendiri. Kamar ini selalu dalam keadaan bersih walaupun terdapat banyak barang. Selain itu kesejukan yang dihasilkan dengan adanya jendela besar dan langit-langit yang tinggi, juga terdapat jendela di atas pintu kamar di bidang sebrangnya menyebabkan terjadinya cross-ventilation. Sehingga sirkulasi udara di kamar ini terbilang baik. Jendela ini langsung terhubung ke halaman rumah, dimana tepat di depanya terdapat sekumpulan tanaman dan pohon. Sehingga pemandangan hijau akan pepohonan inilah yang akan terlihat dari dalam kamar. Walaupun terdapat pohon mangga besar dan beberapa tanaman, sinar matahari pagi masih masuk ke dalam kamar. Pemandangan akan sinar matahari yang mengintip dari sela-sela pohon dan tanaman menjadi pemandangan yang sangat menyenangkann dan menenangkan untuk dinikmati pada pagi hari. Rumah saya juga terletak di sebuah komplek perumahan, sehingga tidak terdapat masalah kebisingan. Perabot berbahan kayu yang digunakan dan pilihan warna hangat krem kekuningan pada dinding juga menambah kesan nyaman dan hangat di kamar ini.

Seperti yang telah disebutkan di awal, bahwa kamar ini merupakan kamar ternyaman dan menjadi kamar tempat saya mencari ketenangan selain kamar saya sendiri. Mood yang diciptakan oleh kedua faktor diatas adalah mood yang tenang, juga perasaan nyaman dan perasaan hangat, sehingga perasaan-perasaan itulah yang saya dapatkan bila berdiam di ruangan ini. Hal ini bahkan terkadang telepas dari keberadaan orang tua saya di dalamnya. Pada masa penat, lelah, panik atau ketika sedang dilanda segudang tugas, saya akan menyempatkan diri untuk ke kamar ini, dan bahkan mengerjakan tugas- tugas saya di dalamnya. Hari-hari menjelang sidang akhir pun banyak saya lalui di kamar ini. Karena perasaan tenang dan nyaman akan membantu saya menyelesaikan tugas-tugas dan juga menenangkan hati dan menjernihkan pikiran saya.